Share it

Sabtu, 01 Januari 2011

Belajar Mixing Warna (chapter II)

Setelah mengetahui dan
menghafal semua jenis serta
karakter warna, mulailah
mencoba untuk membuat
warna. Jika mempunyai mobil,
jadikanlah warna mobil
tersebut sebagai contoh atau
acuan warna.
- Tentukan dulu warna dasar
dari contoh yang diambil,
misalnya berwarna biru.
Perhatikan warna biru
tersebut, apakah kehijauan
atau keunguan. Jika warna
biru tersebut cenderung
kehijauan, maka warna
dasarnya pun harus yang
kehijauan. Begitu juga
sebaliknya.
- Tentukan partikel/metalik
yang digunakan(jika warna
metalik). Jangan sampai salah
dalam memilih partikel
karena akan menyebabkan
perbedaan hasil akhir.
- Campurlah sedikit demi
sedikit warna-warna yang
telah dipilih, jangan sampai
melenceng dari acuan.
Usahakan warna dibuat lebih
terang dari aslinya agar tidak
ketuaan nantinya.
- Jika warna sudah hampir
mirip, cobalah disemprotkan
ke media(bisa kertas, seng,
dll) untuk dapat melihat hasil
mixing.
- Pada saat penyemprotan,
pakailah thinner yang
senyawa dengan jenis cat,
misalnya cat PU harus
memakai thinner PU juga.
Begitu juga dengan cat NC.
- Jika warna terlalu hijau,
tuangkan warna merah untuk
mengurangi kadar hijaunya.
Dan jika warna terlalu biru,
tuangkan warna kuning.
Begitu juga sebaliknya.
Ulangi penyemprotan sampai
warna benar-benar mirip
degan aslinya. Selamat
mencoba!


Belajar Mixing Warna
(chapter I)
Mixing color dalam bahasa
body repair biasa disebut
dengan oplos cat. Sebelum
kita memulai untuk belajar
oplos cat, ada beberapa
syarat yang harus anda
ketahui, salah satunya adalah
anda tidak boleh buta warna.
Ini sangat penting, karena jika
anda buta warna pasti tidak
dapat membedakan warna.
Masih ingatkah anda sewaktu
duduk di bangku SMP atau
SMA dulu kita pernah
diperkenalkan macam-macam
warna dasar oleh guru seni
rupa kita? Ya, paling tidak
anda harus mengetahui warna
dasar itu apa saja.
Mencampur warna cat mobil
berbeda dengan mencampur
warna cat air maupun cat
sablon. Setiap jenis warna
mempunyai karakter yang
berbeda. Efek warna yang
dipantulkan juga bermacam-
macam. Misalnya warna biru,
ada yang terlihat dari depan
agak kehijauan, namun
keunguan kalau dilihat dari
samping. Begitu juga dengan
warna yang lain, mereka
mempunya masing-masing
karakter tersendiri.
Dalam hal partikel atau yang
biasa dikenal sebagai metalik,
kita juga harus dapat
membedakannya. Mana
partikel yang halus, sedang
dan kasar. Partikel-partikel
dibagi menjadi dua macam,
yaitu:
1. Partikel Metalik/Silver
Partikel jenis ini tidak
mengeluarkan efek warna,
kecuali silver saja. Partikel ini
cenderung menghasilkan
warna seperti logam, seperti
namanya, metalik.
2. Partikel Mutiara/Pearl
Orang awam menyebut
partikel ini metalik juga.
Padahal kalau dicermati,
partikel mutiara itu
mempunyai lebih banyak
warna, tidak seperti metalik
yang hanya berwarna silver/
perak. Partikel mutiara juga
dapat mengeluarkan efek
warna apabila dicampur
dengan warna lain.
Untuk membedakan jenis-jenis
warna, setiap brand biasanya
menggunakan kode-kode
disertai nama warna pada
labelnya. Apabila hanya
memakai produk tunggal, kita
sebaiknya menghafalkan
kode-kode tersebut agar lebih
mudah dalam proses
pencampuran. Tapi jika
memakai beberapa macam
produk, yang paling perlu
diperhatikan adalah karakter
dari setiap warna dan harus
hafal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar